Pengikut

Salahkah anak kecil kampanye ?!

on Selasa, 24 Maret 2009

Jam 3 tepat gw nulis untuk ke 3 kalinya di blog yang baru berumur 4 harian ni. Cuaca panas gini tapi gak menyurutkan langkah partai bwt terus campaign, dan lagi-lagi gw agak subjektif tiap kali ngeliat arak-arakan kampanye kek tadi, kalo tadi yang gw liat tuh partai yang lambangnya burung garuda dengan mengusung tema perubahan.Hayo partai apakah itu ?
Dan gak ada hal jelek yang terjadi pas gw liat tadi. Tapi tetep aja ngerasa ngeri, gak nyaman, dan bawaanya pengen jauh-jauh.

Tapi emank sebenernya kalo ditelaah lebih dalem lagi, definisi kampanye bukan hal yang negatif. Kampanye itu kan pesta rakyat, dan dengan adanya kata "pesta" seharusnya gembira, seneng, sukacita yang didapet bwt semua orang yang terlibat dalam lingkup pesta tersebut. Tapi gak bwt gw karna semuanya diaplikasikan secara berbeda, kampanye justru dilengkapi dengan hiburan yang tidak wajar untuk dipublikasikan. Salah satunya sebut saja kampanye partai dengan tarian erotis, menampilkan penyanyi dangdut dengan pakaian super minim dan menjadi satu paket dengan goyangan lenggok kanan kiri yang bwt gw tuh gak ada segi art nya sama sekali, yang ada cuma aksi pamer badan.Dan dalam kampanye tadi ditonton anak kecil, disinilah yang menurut anggapan gw adalah letak pelanggarannya. Adakah temen2 yang pro dengan jenis kampanye tersebut ?
Sepertinya anak-anak yang terlihat dalam sebuah tayangan berita kampanye justru lebih antusias untuk melihat aksi penyanyi dengan baju kurang bahan iiituu dibandingkan dengan mendengar orasi parpol sendiri. Dapatkah disebut sebagai sebuah hal yang baik dengan hadirnya anak-anak kecil dibawah umur yang asik goyang, joget, bahkan seksama memperhatikan tarian yang disuguhkan. Lantas bagaimana dengan perkembangan moral dari si anak tadi kelak.
Jika pemerintah sulit untuk bertindak tegas terhadap kampanye dengan bentuk seperti diatas dan ada orang tua yang membolehkan anak-anaknya untuk mengkonsumsi kampanye jenis tersebut, adakah yang salah dengan sistem negeri ini ?
Pemerintahkah, parpolkah, atau polisi, atau anak-anak itu sendiri, atau orang tua. Ooo..the answer is depends on your self..

6 komentar:

Deska Rinanti Hayyatun Nuffus mengatakan...

saya jga ga setuju..
kampanye biasanya ditujukan buat apa da kpada siapa..
tapi buat anak2 yang dibawahumur kayaknya itu gag banget deh..
tgas anak2 kan buat blajar juga ..
n sharsnya kepedulian kita terhadap ank2 musti diliat lagi...
ksadaran akan mereka menunjukkan kepedulian kita terhadap bangsa..


mampir blog gw ya... n jadi follower gw juga..
deska-rinanti.blogspot.com

ayuu mengatakan...

gw ga setuju mer kalo anak2 ikut-ikut an kampanye.. kenyataannya sih, mereka para orang tua bawa anaknya mungkin untuk meramaikan ajaa..
tapi tetep aja ya klo orang tua yang sayang anak si pasti mendingan anaknya di rumah aja dari pada panas-panas an di jalanan. atau ini adalah bentuk lain dari mencari perhatian ??

hehe merry, ayu uda jd follower lu lho..
kunjungi blog ku di blogayuu.blogspot.com
kasi comment di artikel "LION DOG" yaa.. thx

NovA mengatakan...

iya anak tu searusnya sekolah..toh dia juga ga ada hak pilih..
harusnya belajar dl yg pinter untuk memajukan negara..
haha

mary jadi follower and comment gw ya ttg d'masiv,ok??
http://masalahnasional-nova.blogspot.com

Mulan mengatakan...

bnar2..anak2 masa depan bangsa dan sgala sesuatu ada waktunya. Nanti juga akan tiba masanya mereka ynag jadi tulang punggung, jubir atau calegnya sendiri tapi bukan ketika KTP aja belom dapet!!
*psst merry jangan lupa komentar di imaginarywing.blogspot.com ya...(mulan)

rach' mengatakan...

bener mer. emang sering anak-anak tuh dijadiin korban aja. kan kasyan masi anak-anak, ngerti apa si dia ttg pemilu, yg dia pikir ikut kampanye rame rame, jalan jalan, seneng seneng, ya kan ??

anw, kasi komen jg ya merry yg jdlnya agree or disagree ituu ..
http://sarachelollipop.blogspot.com/

thank u !

alvina norisa mengatakan...

menurut gw, agak susah ya klo ngomongin SALAH atau BENAR, tapi yang jelas peran ORANG TUA sangat penting dan perlu diperhatikan dalam hal ini. walaupun "pesta rakyat" tersebut merupakan salah satu ajang untuk "mengais rejeki", namun sebaiknya para orang tua dapat memberikan penjelasan dan pengertian kepada anak-anaknya, sehingga mereka tidak dijadikan korban "kampanye".