Jam 3 tepat gw nulis untuk ke 3 kalinya di blog yang baru berumur 4 harian ni. Cuaca panas gini tapi gak menyurutkan langkah partai bwt terus campaign, dan lagi-lagi gw agak subjektif tiap kali ngeliat arak-arakan kampanye kek tadi, kalo tadi yang gw liat tuh partai yang lambangnya burung garuda dengan mengusung tema perubahan.Hayo partai apakah itu ?Dan gak ada hal jelek yang terjadi pas gw liat tadi. Tapi tetep aja ngerasa ngeri, gak nyaman, dan bawaanya pengen jauh-jauh.
Tapi emank sebenernya kalo ditelaah lebih dalem lagi, definisi kampanye bukan hal yang negatif. Kampanye itu kan pesta rakyat, dan dengan adanya kata "pesta" seharusnya gembira, seneng, sukacita yang didapet bwt semua orang yang terlibat dalam lingkup pesta tersebut. Tapi gak bwt gw karna semuanya diaplikasikan secara berbeda, kampanye justru dilengkapi dengan hiburan yang tidak wajar untuk dipublikasikan. Salah satunya sebut saja kampanye partai dengan tarian erotis, menampilkan penyanyi dangdut dengan pakaian super minim dan menjadi satu paket dengan goyangan lenggok kanan kiri yang bwt gw tuh gak ada segi art nya sama sekali, yang ada cuma aksi pamer badan.Dan dalam kampanye tadi ditonton anak kecil, disinilah yang menurut anggapan gw adalah letak pelanggarannya. Adakah temen2 yang pro dengan jenis kampanye tersebut ?
Sepertinya anak-anak yang terlihat dalam sebuah tayangan berita kampanye justru lebih antusias untuk melihat aksi penyanyi dengan baju kurang bahan iiituu dibandingkan dengan mendengar orasi parpol sendiri. Dapatkah disebut sebagai sebuah hal yang baik dengan hadirnya anak-anak kecil dibawah umur yang asik goyang, joget, bahkan seksama memperhatikan tarian yang disuguhkan. Lantas bagaimana dengan perkembangan moral dari si anak tadi kelak.
Jika pemerintah sulit untuk bertindak tegas terhadap kampanye dengan bentuk seperti diatas dan ada orang tua yang membolehkan anak-anaknya untuk mengkonsumsi kampanye jenis tersebut, adakah yang salah dengan sistem negeri ini ?
Pemerintahkah, parpolkah, atau polisi, atau anak-anak itu sendiri, atau orang tua. Ooo..the answer is depends on your self..
Tapi emank sebenernya kalo ditelaah lebih dalem lagi, definisi kampanye bukan hal yang negatif. Kampanye itu kan pesta rakyat, dan dengan adanya kata "pesta" seharusnya gembira, seneng, sukacita yang didapet bwt semua orang yang terlibat dalam lingkup pesta tersebut. Tapi gak bwt gw karna semuanya diaplikasikan secara berbeda, kampanye justru dilengkapi dengan hiburan yang tidak wajar untuk dipublikasikan. Salah satunya sebut saja kampanye partai dengan tarian erotis, menampilkan penyanyi dangdut dengan pakaian super minim dan menjadi satu paket dengan goyangan lenggok kanan kiri yang bwt gw tuh gak ada segi art nya sama sekali, yang ada cuma aksi pamer badan.Dan dalam kampanye tadi ditonton anak kecil, disinilah yang menurut anggapan gw adalah letak pelanggarannya. Adakah temen2 yang pro dengan jenis kampanye tersebut ?
Sepertinya anak-anak yang terlihat dalam sebuah tayangan berita kampanye justru lebih antusias untuk melihat aksi penyanyi dengan baju kurang bahan iiituu dibandingkan dengan mendengar orasi parpol sendiri. Dapatkah disebut sebagai sebuah hal yang baik dengan hadirnya anak-anak kecil dibawah umur yang asik goyang, joget, bahkan seksama memperhatikan tarian yang disuguhkan. Lantas bagaimana dengan perkembangan moral dari si anak tadi kelak.
Jika pemerintah sulit untuk bertindak tegas terhadap kampanye dengan bentuk seperti diatas dan ada orang tua yang membolehkan anak-anaknya untuk mengkonsumsi kampanye jenis tersebut, adakah yang salah dengan sistem negeri ini ?
Pemerintahkah, parpolkah, atau polisi, atau anak-anak itu sendiri, atau orang tua. Ooo..the answer is depends on your self..